FeaturedKomunitas

HMI Gelar Aksi Gerebek Runtah Di Cisarua

CISARUA, HASTAGMU.COM – Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) yang selalu identik dengan aksi demonstrasi atau aksi “gerebek” gedung pemerintahan dan legislatif dalam merespon isu sosial-politik kekinian, namun Sabtu (30/11) pagi terlihat berbeda dari biasanya. Beberapa kader terlihat asyik memungut sampah di sungai, sebagian lain membawa karung berisi sampah dan lainnya mengumpulkan karung-karung sampah tersebut.

Mengambil setting di hulu sungai Cisarua, aktifis HMI bersama elemen organisasi masyarakat sipil lainnya seperti Pegiat Peduli Lingkungan (Pepeling), Laskar Merah Putih, GPPI, KPC, Karang Taruna, PK KNPI Cisarua, Pramuka, pelajar, santri, unsur muspika dan lainnya melaksanakan kegiatan “Gerebek Runtah.”

Fitri Aulia Rahmah, selaku Ketua Kordinator Komisariat HMI-MPO Universitas Djuanda (Korkom Unida) Cabang Bogor, kegiatan tersebut merupakan inisiasi bersama HMI-MPO Korkom Unida dengan organisasi masyarakat sipil dan unsur muspika Cisarua.

“HMI-MPO merasa kritisme melalui aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan terhadap Pemerintah dan Kantor Dinas atau SKPD dalam isu tertentu, misal kerusakan lingkungan menjadi kurang bermakna jika hanya aksi semata. Sehingga HMI-MPO Korkom Unida mengambil jalan baru untuk merealisasikan gagasan dan narasi gerakan kedalam bentuk karya nyata, serta menjaring organisasi masyarakat sipil lainnya untuk melakukan advokasi dan kerja-kerja komunal lainnya untuk perbaikan lingkungan seperti gerebek runtah ini,” jelas Fitri yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi Unida Bogor.

Sementara itu Farhan Mulyawan, kader HMI-MPO Komisariat Hukum Unida HMI-MPO saat ditemui oleh redakdi Hastagmu.com menceritakan HMI-MPO merupakan salah satu organisasi ekstra kampus yang secara historis lahir dari rahim HMI dan mengklaim sebagai pewaris sah HMI yang berdiri tanggal 5 Februari 1947. Secara praktis-historis, HMI-MPO memiliki peran strategis dalam fase pra maupun pasca Gerakan Reformasi tahun 1998.

“ Karakter stratak organisasinya yang bergerak secara bawah tanah di zaman orba (orde baru – Red ) ini telah melahirkan stigma puritan dan radikal pada wajah gerakannya di mata masyarakat. Seiring perjalanan waktu, sejak jatuhnya Rezim Soeharto dengan Orba-nya hingga rezim politik saat ini, Gerakan HMI-MPO lebih inklusif dan terbuka dibanding dulu,” jelas Farhan.

Farhan menambahkan HMI-MPO kini mulai merespon kondisi sosial kekinian dengan gerakannya secara dinamis. Jika di zaman Orba positioning-nya selalu vis a vis terhadap Rezim Soeharto dan sesudahnya, tapi kini mulai lebih responsif dalam mengkritisi suatu permasalahan zaman dengan kerja-kerja kritisme dalam bentuk counter culture. Salah satunya merespon persoalan lingkungan dan buruknya kondisi sungai Cisarua dengan cara memungut langsung sampah-sampah tersebut dan menjaring kekuatan organisasi stratgis lainnya melalui kampanye gerebek runtah seperti yang dilakukan oleh HMI-MPO Korkom Unida Bersama elemen lainnya, tambahnya.

Kegiatan gerebek runtaj ini berakhir menjelang siang dan berhasil memungut sampah lebih dari 30 puluh karung. Terhitung kegiatan ini, HMI-MPO Korkom Unida menyatakan akan terus melakukan kerja-kerja himpunan yang mengundang simpatik warga masyarakat, sehingga perubahan ke arah yang lebih baik bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Bila memungkinkan HMI-MPO Korkom Unida akan melakukan advokasi pada isu-isu lain diluar isu lingkungan, terutama memobilisasi kader-kader HMI di Unida untuk turut serta membangun kekritisan terhadap kondisi kekinian dan memperbanyak aliansi strategis maupun taktis dengan elemen masyarakat sipil lainnya,” tutup Fitri. [ THW/CF ]

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close