FeaturedInspirasimu

Mengemas Ekonomi Kreatif Hingga Hasil Bumi Ala Purwanto Joyo Martono

Dialog Bersama Purwanto Joyo Martono, Insiator KangBlankon Foundation Yang Bergerak Dalam Industri Kreatif

HASTAGMU.COM – Berbicara ekonomi kreatif sendiri pada dasarnya bukan sebuah kegiatan yang sama sekali baru di negara ini. Founding father Republik Indonesia dan Presiden pertama RI Ir Soekarno atau akrab dipanggil Bung Karno merupakan seorang penggiat ekonomi kreatif. Di tempat pembuangan baik di Ende maupun Bengkulu, beliau selalu menampilkan pertunjukan tonil atau sejenis pentas sandiwara kepada publik yang disisipi pesan-pesan perjuangan. Indonesia telah mendorong pengembangan ekonomi kreatif sejak lama melalui berbagai kelembagaan pemerintah yang mengampunya.

Meskipun demikian, ekonomi kreatif mulai mendapatkan perhatian khusus dengan diterbitkannya Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di masa pemerintah Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Terbitnya Inpres kemudian disusul pembentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014). Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ekonomi kreatif berdiri sendiri sebagai badan pemerintah non Kementerian melalui Perpres No. 6 Tahun 2015 yang kemudian diubah dengan Perpres No. 72 tahun 2015.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengampu 16 subsektor, yaitu fesyen, film dan animasi, kuliner, kriya, seni rupa, seni pertunjukan, seni musik, arsitektur, desain komunikasi visual, desain produk, aplikasi dan games developer, periklanan, penerbitan, televisi dan radio serta fotografi.

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap ekonomi kreatif karena ingin melakukan pergeseran paradigma pembangunan ekonomi dari ekonomi ekstraksi yang berbasis sumber daya alam (SDA) ke arah ekonomi kreatif yang berbasis sumber daya manusia.

Trend positif dalam pengembangan pasar dalam sektor ekonomi kreatif di Indonesia perlahan tumbuh secara pasti, setiap daerah mulai menonjolkan produk-produk hasil industri kreatif dari wilayahnya masing-masing.

Baca Juga : KangBlankon Ajak Warga Milenial Garap Sektor Ekraf Di Kota Bogor

Dalam edisi kali ini redaksi Hastagmu.com berkesempatan berdialog dengan salah satu pelaku dalam industri kreatif yang menamakan diri mereka KangBlankon Foundation, lembaga ini didirikan oleh anak-anak muda dan di inisiasi oleh pria bernama Purwanto Joyo Martono, ST seorang pengusaha dan juga dosen disalah satu universitas swasta di Kota Bogor.

Untuk mengawali diskusi redaksi menanyakan kepada pria yang akrab disapa Bang Joy ini bagaimana mulanya terbesit untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, dia menjelaskan “ pada awalnya saya menggangap sektor ekonomi kreatif saat ini menjadi primadona di seluruh dunia, anak-anak muda berlomba mendirikan startup bisnis disektor ini, jadi saya punya mimpi saat ini bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan, jadi pelakunya itu seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Lalu apa saja produk yang sedang di jalankan oleh KangBlankon, Purwanto menjabarkan.” Saat ini kita sudah berhasil dibeberapa produk baik kuliner, mendorong sektor wisata dan juga peternakan, salah satunya kita sudah mendirikan Bogor Rabbit Valey  di kawasan Bogor Utara, Kota Bogor disana itu peternakan sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat dan juga peternak seputar kelinci hias, kemudian kita juga mulai memasarkan kopi Joy, kopi yang dihasilkan murni dari petani di Jawa Barat,” papar Purwanto.

Selain itu diwilayah Kabupaten Cianjur kita juga sedang berupaya untuk melakukan pemasaran dan pengemasan hasil bumi disana, produk-produk hasil pertanian, perkebunan dan peternakan di Cianjur sangat berlimpah, tapi sayang belum dikemas secara profesional dan dibuat menarik pasar, contohnya gula semut, beras, hingga sayuran. Oleh karena itu kami berupaya untuk membantu dalam hal pemasaran dan pengemasan, tambahnya.

Kemudian Purwanto menceritakan perjalanannya bersama tim di wilayah Cianjur Selatan, disana dia menemukan bemacam potensi wisata yang belum dikelola namun memiliki potensi yang luar biasa. “ Baru beberapan waktu lalu saya bersama tim coba menyusuri wilayah Cianjur Selatan disana potensi wisata nya sangat potensial sekali, mulai dari pantai hingga suasana pedesaan yang masih terjaga budaya dan alamnya, itu insya Allah akan kita coba kemasa perlahan, memang tidak bisa instan karena infrastrukur nya juga belum memadai tapi saya pribadi yakin potensi itu bisa dimaksimalkan dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan Cianjur secara menyeluruh,” ungkapnya.

Purwanto Beserta Tim KangBlankon Saat Berdialog Dengan Warga Dan Nelayan Di Cianjur Selatan [ Photo : Petrus ID ]
Lalu redaksi bertanya seputar skala prioritas dari KangBlankon itu apa saja, Purwanto menjelaskan kalau pihaknya sedang berkonsentrasi dalam hal pemasaran dan pengemasan, “ kita konsentrasi dulu dalam hal pemasaran dan pengemasan, jadi produk-produk hasil bumi ataupun hasil kerajinan tangan warga kita beli lalu kita kemas menarik dan kita jual di pasaran, gunanya untuk menarik perhatian pasar dulu,” jelas Purwanto.

Produk-produk  yang sedang kita pasarkan saat ini diantaranya gula semut, kelapa, kue khas olahan rumah tangga, kopi bubuk, kopi kemasan siap minum dan juga kelinci hias, yang kita coba pasarkan melalui pasar online terlebih dahulu, kita kuga memiliki website ecommers yang bernama  kangblankon.com saat ini sedang dalam tahap mengembangan yang nantinya website itu akan menjual dan memuat produk-produk hasil ukm binaa kangblankon. Kemudian dalam waktu dekat ini juga kita mulai coba mengemas  potensi wisata yang ada di Cianjur, selain itu kita juga menyediakan jasa dokumentasi aerial atau photo udara. Ungkap Purwanto.

Berbicara harapan Purwanto Joyo Martono juga menyimpan beribu harapan dari KangBlankon. “ saya berharap dengan adanya KangBlankon Foundation ini bisa turut serta membantu pengembangan sektor ekonomi kreatif  di Indonesia dan yang paling utama itu bisa bermanfaat dan menjadi peluang usaha yang menghasilkan bagi masyarakat luas. Tentu KangBlankon pun butuh bantuan dan dukungan dari masyarakat karena setiap programnya itu bergerak dari masyarakat dan untuk masyarakat, “tutup Purwanto. ( Red )

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close