LinimasaNasional

BMKG Rilis Penyebap Gempa Yang Mengoyang Tasikmalaya Semalam

HASTAGMU.com – Jumat (15/12) malam masyarakat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat dikejutkan dengan goyangan gempa yang cukup kuat. Gempa bumi terjadi 2 kali, Gempa yang pertama terjadi pada pukul 23:47:57 WIB di 43 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat berkekuatan 7,3 SR. Gempa pertama terjadi pada kedalaman 105 km di Samudera Hindia.

Gempa kedua mengguncang satu detik kemudian yakni pada pukul 23:47:58 dengan kekuatan 6,9 SR. Titik pusat gempa terjadi di 11 Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada kedalaman 107 km di Samudera Hindia.

Menanggapi peristiwa gempabumi tektonik yang terjadi di sebagian besar wilayah pulau jawa, BMKG melalui siaran pers nya (16/12) yang kami kutip dari situs resmi BMKG menjelaskan penyebap dari gempa yang terjadi semalam di wilayah Tasikmalaya.

Baca Juga :

“ Berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa.” Rilis Drs. Mochammad Riyadi, M.Si., Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG

Hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempabumi ini berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya berupa V-VI MMI dan di sekitar Jawa Barat lainnya berkisar adalah III-IV MMI. Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG bahwa gempabumi dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates II SIG-BMKG (III-IV MMI), Yogyakarta II SIG-BMKG (III MMI), Jakarta, Depok II SIG-BMKG (II-III MMI), Ngawi, Madiun, Nganjuk, Badung, Mataram I SIG-BMKG (II MMI) Namun demikian BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

BMKG telah melakukan pengamatan tide gauge di pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur). Dari rekaman stasiun – stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa, tidak terekam adanya kenaikan air laut. Tambah Mochammad Riyadi, dikutip dari siaran pers BMKG.

Pada saat gempa terjadi BMKG langsung memberikan peringatan dini tsunami yang akhirnya di cabut pada pukul 02.26 WIB, Mochammad Riyadi menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada.” Agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami”.( Red-Rul )

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close