InternasionalLinimasa

PM Kanada : Kami Tidak Akan Memindahkan Kedutaan Dari Tel Aviv

INTERNASIONAL, HASTAGMU.com – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau memastikan kedutaannya akan tetap berada di Tel Aviv dan tidak akan pindah ke Yerusalem mengikuti kebijakan Donald Trump.

Sikap tegas PM Kanada Justin Trudeau ini berlawanan dengan negara sekutunya Amerika Serikat, dimana Presiden Donald Trump resmi mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Kami tidak akan memindahkan kedutaan Kanada dari Tel Aviv,” jelas PM Trudeau dalam lawatan ke Guangzhou, China, dan ditayangkan secara nasional di Kanada seperti dilansir AFP, Kamis (7/12).

Satu Sehari sebelumnya, pada Rabu (6/12) Chrystia Freeland  Menteri Luar Negeri Kanada, memastikan bahwa negaranya tidak akan mengikuti  kebijakan Donald Trump. “Status Yerusalem hanya dapat ditentukan dengan penyelesaian sengketa Palestina-Israel.”

“Kami berkomitmen kuat kepada tujuan, yakni perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah termasuk pembentukan negara Palestina yang berdampingan secara aman dan damai bersama Israel,” kata Freeland.

Sejarah tentang terbelah nya Yerusalem terjadi setelah Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem terbagi menjadi dua bagian, wilayah Barat yang banyak dihuni Yahudi dan dikuasai Israel. Serta wilayah Timur yang mayoritas penduduknya warga Arab, dan dikuasai Yordania.

Israel berhasil merebut Yerusalem Timur dari Yordania setelah menang Perang Enam Hari pada tahun 1967. Sejak itu Israel menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota. Klaim sepihak tersebut tidak diterima komunitas internasional, juga Palestina yang berharap Yerusalem Timur bakal menjadi ibu kotanya jika merdeka nanti.

Pada 20 Agustus 1980, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 478 yang mengutuk klaim Israel atas Yerusalem dan menyatakannya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Bahkan sebelum terlarang oleh Resolusi 478, Amerika Serikat tidak pernah memiliki kedutaan di Yerusalem. AS hanya memiliki sebuah konsulat di sana, sama seperti Inggris dan Prancis.

Barulah pada tahun 1995, Kongres AS meloloskan undang-undang yang mengharuskan Amerika memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Para penyokong UU tersebut menyatakan bahwa AS harus menghormati keputusan Israel yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Namun sejak tahun 1995, semua presiden AS menolak memindahkan kedutaan dengan alasan keamanan nasional. Tiap enam bulan, para presiden sebelum Trump menggunakan hak prerogatifnya untuk mencegah pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. (Red-Ruq)

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close