DemokrasiNgawal Demokrasi

Gandeng 3 Lembaga, KPU Kota Bogor Pastikan Calon Walikota Harus Sehat dan Bebas Narkoba

BOGOR, HASTAGMU.com – Perhelatan Pilwalkot Bogor 2018 segera memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan calon wakil Wali Kota pada tanggal 8 sampai 10 Desember 2018 mendatang. Salah satu syarat menjadi calon Wali Kota dan wakil Wali Kota yang diatur dalam undang-undang adalah harus sehat jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Guna memastikan para bakal pasangan calon yang mendaftarkan diri nanti menenuhi syarat tersebut, KPU Kota Bogor menggandeng Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Cabang Kota Bogor, Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kabupaten Bogor dan Himpunan Psikologi Indonesia ( Himpsi ) Jawa Barat untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap bakal pasang calon.

Dan untuk memastikan pemeriksaan kesehatan nanti berjalan dengan lancar dan sesuai mekanisme yang diatur dalam undang-undang dan peraturan Komisi Pemilihan Umum ( PKPU ), KPU Kota Bogor menggelar rapat koordinasi pencalonan dan penandatangan kerjasama terkait pemeriksaan kesehatan bakal calon Wali Kota Bogor dan wakil Wali Kota Bogor tahun 2018 dengan lembaga terkait pada selasa pagi (20/12) kemarin. Bertempat di Hotel Pangrango, Kota Bogor

Baca Juga :

Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna menjelaskan kepada awak media disela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor).”Hari ini (20/12) kami ( KPU Kota Bogor – Red ) menandatangani perjanjian kerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia ( Himpsi ) Jawa Barat, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bogor, dan Juga dengan BNN Kabupaten Bogor untuk pemeriksaan kesehatan bakal calon walikota-wakil walikota,” jelas Undang.

Undang Suryatna Saat Menandatangani Kontrak Kerjasama Dengan Tim Pemeriksa Kesehatan Pilwalkot Bogor 2018 [ Rasyid Ridho ]
Undang menambahkan hasil pemeriksaan kesehatan ini sangat penting, sebagai salah satu syarat untut mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Bogor.“ tentu saja sangat penting kalau dari hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim kesehatan tidak akan mampu untuk melaksanakan tugas sebagai pejabat kepala daerah, tentu tidak memenuhi syarat,” tambah Undang

Sementara itu Zaenal Arifin perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cabang Kota Bogor merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari KPU Kota Bogor dan akan melakasanakan tugas sebagai tim pemeriksaan kesehatan pada Pilwalkot 2018 dengan selalu bersikap objekif dan tidak masuk kedalam kepentingan apapun, serta menjaga independensi dan tidak terpengaruh dengan pihak manapun.

“kami dari IDI dalam menjalankan tugas pemeriksaan ini, dalam menjalankan amanah ini akan selalu bersikap objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan apapun dan kami ( IDI –Red ) sampai saat ini tidak masuk dalam kepentingan apapun, bahwa IDI tetap Independensi dalam hal menyikapi suasana dalam tahun politik ini,” ungkap Zaenal saat memberikan pemaparan dalam rakor yang diselenggarakan oleh KPU Kota Bogor.

Terkait rangkaian pemeriksaan kesehatan Undang Suryatna memaparkan untuk jadwal pemeriksaan sesuai tahapan akan berlangsung mulai 8 sampai dengan 15 Februari 2018 mandatang. Namun karena pendaftaran calon ditutup pada tanggal 10 Februari , KPU Kota Bogor berharap satu hari setelah ditutupnya masa pendaftaran bakal pasangan calon yaitu pada tanggal 11 Februari nanti tim pemeriksa kesehatan akan memberikan pejelasan secara menyeluruh terlebih dahulu kepada bakal pasangan calon yang telah mendaftar.

”Sesuai tahapan memang pemeriksaan dari mulai tanggal 8 sampai 15 Februari, tetapi kelihatannya karena pendaftaran calon ini ditutup tanggal 10, maka rencananya tanggal 11 kami berharap tim pemeriksa memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada bakal calon  yang sudah mendaftar.” Papar undang. (Red-Ras)

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close