FeaturedOpini

Positioning Politik Pemuda Di Pilwalkot Bogor

HASTAGMU.COM – Narasi besar demokrasi prosedural di Indonesia kurun waktu 11 tahun terakhir mengalami perubahan signifikan. Sebelum Tahun 2005, kepala daerah dipilih oleh DPRD. Namun sejak berlakunya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pemilihan kepala daerah dan wakilnya dipilih langsung oleh rakyat. Bahkan sejak Tahun 2015, pemerintah pusat menetapkan pemilihan kepala daerah dan wakilnya diselenggarakan serentak secara nasional (vide Pasal 201 ayat (1) Perpu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota). Payung hukum pemilihan kepala daerah aquo terus mengalami penyempurnaan, diantaranya menjadi UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang sebagaimana telah diubah dengan UU No. 8 Tahun 2015, dan terakhir diubah dengan UU  No. 10 tahun 2016.

Tahun 2018 ini Kota Bogor menjadi salah satu diantara 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota dari total 171 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018, untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor (Pilwalkot). KPUD Kota Bogor tanggal 12 Februari 2018 telah menetapan empat pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota dalam Pilwalkot, diantaranya paslon yang didukung koalisi partai politik, yaitu:  Bima Arya-Didi A. Rachim, Ahmad Ru’yat-Zaenul Mutaqien, Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso dan paslon dari calon perseorangan, yaitu: Edgar Suratman- Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Positioning Politik Pemuda

BPS Kota Bogor merilis jumlah penduduk Kota Bogor tahun 2014 sebanyak 1.030.720 orang. Dari jumlah tersebut diperkirakan kelompok yang dikategorikan pemuda (usia 16-30 tahun) diperkirakan berjumlah 267.666 orang atau lebih dari 26% merupakan pemuda. Apabila definisi pemuda diperluas maksimal usia 40 tahun sesuai batasan usia menjadi anggota dibeberapa organisasi kepemudaan mainstream, maka pemuda diperkirakan bisa mencapai 40% populasi di Kota Bogor (Kadir, 2015).

Sudah mafhum komunal, pemuda sebagai bagian dari masyarakat sipil (civil society) dalam persfektif Gramscian, secara ekonomi-politik memiliki potensi yang sangat rawan menjadi pihak yang dilemahkan, dipinggirkan dan menjadi obyek hegemoni. Kesempatan dan peluang yang dimiliki oleh pemuda untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan  masih sangat terbatas. Pemuda masih belum memiliki akses untuk berpartisipasi dalam proses-proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan-kegiatan pembangunan. Padahal menurut tesis yang pernah diajukan Anies Baswedan dalam tulisan “Siapakah Ruling Elite Indonesia?”, yang dimuat di harian Kompas, 31 Oktober 2006 menyebutkan pembentukan ruling elite ditentukan oleh: (1) perekrutan anak-anak muda, dan (2) tren utama bangsa.

Pemuda yang sudah memiliki hak pilih secara politis dipastikan akan menjadi potensi obyek positioning para paslon walikota dan wakil walikota dalam Pilwalkot. Posisi ini tidak selalu bertendensi negatif, karena dengan strategi positioning tersebut justru akan membantu pemuda pemilih dalam menentukan paslon yang akan dipilihnya. Positioning menjadi penting bagi para paslon, tanpa positioning yang unik maka paslon akan sulit membedakan dirinya dari yang lain. Banyak politisi gagal dalam kontestasi politik semisal Pilkada, walaupun memiliki sumber daya politik yang cukup karena tidak bisa melakukan positioning, selain tidak memenuhi ekspektasi publik.

Secara sederhana istilah positioning politik atau “penetapan posisi politik” sebenarnya lebih ke kajian marketing politik. Karena konsepnya di hibrid dari ilmu manajemen pemasaran. Dalam ilmu manajemen pemasaran, dikenal dengan konsep segmenting, targeting, positioning (Kotler, 1995). Ries dan Trout, mendefinisikan positioning dalam marketing politik sebagai semua aktivitas untuk menanamkan kesan di benak konsumen agar mereka bisa membedakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh organisasi yang bersangkutan (Firmanzah, 2011).

Pilwalkot Bogor Tahun 2018 merupakan momentum strategis bagi pemuda untuk melakukan konsolidasi demokrasi. Kelompok kepentingan pemuda harus mampu membalik posisi dari obyek menjadi subyek dengan melakukan positioning politik terhadap para paslon walikota dan wakil walikota. Sehingga pemuda pemilih hanya wajid a’in mendukung paslon yang berpihak kepada pelayanan kepemudaan dalam bentuk penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda, vide Pasal 1 angka (4) UU No. 40  Tahun  2009 tentang Kepemudaan dan memiliki komitmen untuk segera mensahkan Raperda Kota Bogor tentang Kepemudaan menjadi Perda. Dus pemuda wajib berpartisipasi sebagai pemilih aktif di Pilwalkot Kota Bogor tanggal 27 Juni 2018 nanti, karena menjadi “golput” semakin tidak relevan konsteks demokrasi dan politik kekinian. Sikap “golput” ini sangat berbahaya karena hanya akan memberi peluang kepada para komparador politik membajak demokrasi. Bahkan Nurcholis Majid pernah menyitir, konsekuensi dalam demokrasi langsung, “setan gundul” pun bisa terpilih sebagai pemimpin.

Epilog

Pilwalkot merupakan sarana demokrasi prosedural yang strategis untuk menciptakan kepemimpinan transformatif di Kota Bogor. Mewujudkan kehidupan politik yang demokratis berarti menempatkan pemerintah hanya merupakan bagian dari satu sistem yang harus berinteraksi dengan struktur sosial dan lembaga-lembaga lain, seperti partai politik, organisasi non pemerintah dan lainnya. Peran  pemuda sangat penting dan strategis bagi kehidupan politik yang demokratis dan mengisi ruang publik dalam rangka mewujudkan kebebasan sipil (civil liberties). Tren utama bangsa ini berubah dari satu masa ke masa berikutnya seiring dengan perjalanan sejarah. Anak-anak muda yang pada masa mudanya terlibat dalam tren utama yang mewarnai bangsa ini kelak akan menjadi aktor-aktor di dalam ruling elite masa depan. Wallahualam bissowab, fastabiqulkhairat.

di tulis oleh : FIRMAN WIJAYA,S.H – Sekretaris PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor

 

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close