FeaturedOpini

Jadikan Bulan Ramadhan Momentum Ikhtiar Memutus Penyebaran Covid-19

ditulis oleh : Chairul Fattahullah ( Pemred Hastagmu.com / Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor )

Marhaban ya Ramadhan bulan yang penuh dengan kemulian serta ampunan bagi seluruh umat Islam di dunia. Bulan dimana Al-Quran diturunkan, bulan dimana pintu langit dibuka, bulan dimana pintu taubat dibuka selebar-lebarnya.

Di bulan Ramadhan ini sepatunya kita jadikan perenungan atas apa yang kita perbuat semasa hidup kita, juga sebagai waktu yang menjadikan kita semakin dekat dengan yang Maha Pencipta. Mungkin Ramadhan tahun ini banyak kesedihan dan kesusahan akibat dari wabah Covid-19.

Namun kita harus selalu bertawakal kepada Allah SWT dan menjadikan wabah ini sebagai sebuah ujian, agar lebih dekat dengan sang Pencipta kita. Dimomentum ini mari bersama kita jadikan sebagai waktu mempertebal iman dan juga langkah awal untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan lebih banyak beribadah dari rumah dan menjaga kesehatan dengan berpuasa.

Dengan berpuasa kita dapat menjaga pola hidup kita seperti yang telah Rasullullah SAW sabdakan. Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda.

”Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (H.R. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim).

Ada yang terjadi di dalam tubuh kita saat kita berpuasa, proses yang kita tidak tahu, kita tidak lihat, tapi manfaatnya bagus.

Betapa pun Allah memberikan kemudahan buat kita, yuriidullaahu bikumul yusra, tapi Allah menghendaki kita tetap berpuasa, wa an tashumu khoirul lakum, kalau kalian berpuasa, sesungguhnya itu lebih baik buat kamu.
Selain itu sudah selayaknya ditengah wabah ini kita perbanyak membaca Al-Quran dari rumah, Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dada, dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yûnus [10]:57).

Al-Qur’an menjadi penasihat, penawar hati yang sedang gelisah-gundah gulana, melapangkan dada yang terasa sempit dan menjernihkan fikiran yang sedang kacau. Ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia, sedangkan di akhirat kelak, ia akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya.

Cahaya Al-Qur’an masuk ke dalam hati hamba yang beriman sehingga memberikan ketenangan dan ketenteraman. Cahaya Al-Qur’an menyinari rumah-rumah mereka. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an selalu menggema, menyelimuti sekitar rumah. Rasulullah SAW bersabda.

“Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”. ( HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112 ).

Oleh karena itu jika biasanya kita terlalu sering aktivitas diluar rumah sehingga lalain memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, momentum Ramadhan ini bisa kita jadikan sebagai ikhtiar kita dalam memutus penularan wabah dengan mengurangi aktivitas yang memang tidak terlalu penting diluar rumah dengan memperbanyak membaca Al-Quran dirumah dan terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Karena Allah SWT adalah sebaik-baiknya penolong kita. “ Hasbunallohu Wa Ii’ma-Wakil, Cukup Allah ( Menjadi Penolong ) bagi kami dan sebaik-baik pelindung.” (Q.S Al Imran 3:173 ). Wallahu a’lam bish-shawabi.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa’ala ali Sayyidina Muhammad.
Fastabiqul Khairat.( Red )

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close