Opini

88 Tahun Pemuda Muhammadiyah, Menjawab Tantangan Akhir Zaman

ditulis oleh : Chairul Fattahullah - Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor

HASTAGMU.COM – 88 tahun sudah Pemuda Muhammadiyah berdiri. Untuk usia manusia tentu sudah  tidak muda lagi, sebagai salah satu organisasi otonom tertua dilingkungan Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah senantiasa hadir sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Namun setiap langkah tentu tidak lah mudah, rintangan dalam berorganisasi akan selalu menemui hambatan diakhir zaman ini. Oleh karena itu sangat penting bagi kader muda persyarikatan mencari rumusan dan solusi yang baik untuk menghadapi permasalahan tersebut.

Membangun kepekaan Sosial
Menjadi pemuda yang diam dan hanya menonton sebaiknya jangan dijadikan sebuah hal yang biasa saja. Penulis mengutip prakata Ir Sukarno “ Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja baiknya.”, ketika seorang pemuda hanya diam ketika melihat sebuah ketidak benaran tentu menjadi hal yang sangat menyedihkan. Tentu hal ini harus dibentuk dari membangun pondasi kepekaan sosial dalam diri dahulu, lantas apa cara untuk membangun kepekaan sosial dalam diri.

Membuka hati pada keadaan sekitar adalah cara yang utama, mengasah rasa empati tidak bisa dilakukan bila kita tidak mencoba untuk membuka hati terlebih dahulu. Sebab dorongan hati memiliki andil dalam menciptakan kepekaan dan rasa empati dalam diri. Contoh, misalkan saat ini kita terlibat didalam suatu organisasi sosial, namun hati kita sendiri tidak tergerak untuk itu, bergabung hanya sebagai ajang ikut-ikutan dan eksis semata, maka kita tidak akan benar-benar bisa menumbuhkan rasa jiwa sosial dan empati dalam diri kita. Tak butuh waktu lama untuk bergelut di organisasi tersebut pun, kita akan merasa bosan dan lelah dengan sendirinya. Karena kunci semua itu berasal dari dorongan hati kita sendiri.

Dengan membuka hati dan niat yang tulus dalam berorganisasi menjadi kunci kita dalam membangun kepekaan sosial, sehingga kita bisa tehindar menjadi pemuda yang diam dan hanya menonton ketika terjadi hal yang tidak baik terjadi dihadapan kita.

Pemuda Menjawab Tantangan Akhir Zaman
Akhir zaman adalah zaman yang penuh dengan fitnah,  Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam kerapkali memperingati kepada umatnya akan terjadinya berbagai bentuk kekacauan, fitnah, dan bencana sampai terjadinya hari kiamat. Beliau telah menceritakan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah banyaknya fitnah besar yang menyebabkan tercampurnya antara kebenaran dan kebatilan.

Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti penggalan-penggalan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir. Sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu. Jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam (yakni sikap seperti Habil, jangan seperti Qabil).” (HR.Abu Daud no.4259).

Sesuai dengan Hadist tersebut tentu kita sudah sepatutnya untuk saling mengingatkan dan bersatu sesama muslim hingga tidak terjatuh dalam fitnah akhir zaman. Dengan sebelumnya menerapkan kepekaan sosial yang sudah penulis jabarkan, sebagai langkah untuk menjawab tantangan akhir zaman. Organisasi Pemuda Muhammadiyah yang berasaskan Islam dan dalam misi nya. Menjadikan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi  mungkar, gerakan keilmuan, gerakan sosial kemasyarakatan dan gerakan kewirausahaan sebagai tumpuan kegiatan dengan memahami  setiap persoalan yang timbul dan kebutuhan lingkungan dimana Pemuda Muhammadiyah melakukan amal karya nyatanya.

Pemuda Muhamamdiyah di usia nya yang ke 88 tahun telah banyak melakukan kegiatan baik dalam bindang pendidikan, kesehatan, sosial dan keagamaan untuk menjawab tantangan akhir zaman, tentu hal ini bisa saja terhenti jika tidak adanya kepekaan sosial dari setiap pengurus dan generasi calon penerusnya.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita harus bisa meneruskan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dengan berbagai cara, bisa menggunakan berbagai metode dan mengikuti arus zaman namun tidak keluar dari batasan ajaran Islam. Sebagai contoh kita bisa mulai menerapkan melalui media sosial baik video ataupun photo yang cepat sekali menyebar agar semua pemuda mau berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dam juga sebagai media saling mengingatkan agar terhidar dari fitnah akhir zaman.

Hidup-Hidupilah Muhammadiyah Jangan Mencari Hidup Di Muhammadiyah
KH.Ahmad Dahlan sebelum wafat meninggal pesan yang berbunyi: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Pesan ini disampaikan K.H. Ahmad Dahlan pada para aktivis Muhammadiyah hingga hari ini sebagai pengingat bahwa Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi sosial keagamaan yang membutuhkan keikhlasan dalam beraktivitas di dalam organisasi Muhammadiyah. Pesan ini digunakan sebagai etika dasar bagi para aktivis Muhammadiyah untuk tidak menggunakan aset-aset yang dimiliki oleh Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi.

Selain itu pesan tersebut memberi pelajaran bahwa ketika kita berorganisasi janganlah untuk kepentingan dan keutungan pribadi saja atau hanya untuk memenuhi curiculim vitae, bahkan jangan untuk kepentingan politik kelompok tertentu juga. Namun jadikan organisasi yang mampu mencerahkan seluruh umat manusia. Serta menjadi kebaikan untuk semua golongan. Dengan menerapkan pesan itu pasti pemuda mampu menjawab tantangan akhir zaman.

Baca Juga : 

Refleksi Milad Pemuda Muhammadiyah Ke-88 Tahun
Milad dalam artianya adalah pengingat sebuah kelahiran. Penulis menggaris bawahi kegiatan milad Pemuda Muhamamdiyah Ke-88 Tahun ditengah pandemi Covid-19 ini. Sudah sepatutnya digelar dengan kegiatan yang membentuk kepekaan sosial dimasyarakat. Dalam hal ini penulis mengapresiasi langkah yang dilakukan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di bawah komando Cak Nanto dalam milad tahun ini. Dengan mengumpulkan donasi dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak diharapkan dapat menjadi pemantik kepedulian sosial seluruh element masyarakat, dan dapat menghilangkan sifat egois sehingga masyarakat yang mampu mau melihat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dan langka tersebut pula diikuti oleh seluruh pengurus disetiap tingkatan, sehingga bisa menghilangkan kesenjangan sosial dan semua masyarakat di seluruh Indonesia yang membutuhkan dapat terbantu ditengah wabah ini. Dengan kata lain milad bukanlah sebuah perayaan seremonial belaka.

Tapi perayaan milad adalah perayaan yang mampu mencerahkan dan memberikan edukasi yang baik pada generasi muda, sehingga terdapat manfaat yang bisa diambil untuk memecahkan masalah krisis moral dan adab saat ini.

Penutup
Menjawab tantangan akhir zaman bukanlah perkara mudah, namun dengan kepakaan sosial, saling melihat dan membantu, saling melindungi, saling mengigatkan, serta menjadi pemuda yang tidak diam ketika melihat kemungkaran adalah cara yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan akhir zaman. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dalam mencari rumusan dan solusi dalam menghadapi permasalahan moral dan adab generasi muda saat ini. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Fastabiqul Khairat.

Tulis Komentar
Tag
Perlihatkan Semua
zvr
Tanggapan Anda Dengan Artikel Ini ?

#ARTIKEL TERKAIT

Close